Ada bayang yang tak pernah pergi
Ada nama yang s’lalu mendiami
serta seutas wajah yang menerangi
Pada hati…bangkitkan semangat diri
tuk lalui hari-hari
Meski kutau bagiku takkan mungkin lagi ada dirimu
Tetap saja kubiarkan engkau mendiami seluruh taman asa
di antara kuntum bunga mawar yang pernah ada diantara kita
Merekah indah diantara ‘harap dan nyata’
Ada keyakinan yang tak terbeli
Oleh ribuan hari-hari penantian hati
Susuri hidup… walau tertatih seorang diri
dan kau tetap disana, diami sudut paling sunyi
dan suci…
Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa
Seperti perpisahan hanyalah sebuah fase biasa
Mengolok-olok dan memberi semangat seadanya
Kawan… aku baru saja kehilangan cinta
Semua melarangku menangis, hatiku tak boleh menjerit
Tapi mereka tertawa… bukannya memapah jiwaku yang lemah
Tak ada lagi singa dan serigala di dalam jiwaku kini
Kumohon tolong, berhentilah menertawakan kepergiannya !
Aku hanya ingin engkau tahu, bukan menertawakanku
apalagi menghujatku… sebab engkau kawanku
Jika tak bisa kau berikan aku empatimu
Jika tak bisa kujadikan engkau penguatku
Kumohon berikan aku ruang sunyi untuk mendamaikan diri
tuk mengenangnya pergi…
tuk menantinya datang kembali…
tuk membangun semangatku lagi…
ada fajar..yang selalu ku datangi saat ingin berkeluh kesah
ada sahabat2 kecilku dulu, debora, Lisa dan Ina
yang sudah jadi emak-emak…dan selalu membuatku sedih saat mereka bertanya” kamu kapan menikah?”
ada Indri…si laskar pelangi yang tak henti-hentinya mengatai aku BODOH, saat aku masih tetap mempertahankan hatiku untuk seorang pria yang selalu membuatku menangis…
ada Evy…yang centil…yang menginspirasiku untuk memakai eye liner sehitam mungkin…biar keliatan cantik
ada Ardhapasha….brondong lucu yang sempat membuatku merasa jatuh cinta, dan belakangan aku baru sadar bahwa aku sangat menyayanginya seperti adeku sendiri….dia yang membuat hari-hariku selalu menyenangkan saat ada dia
ada Ajay yang selalu membuatku iri, karena dia sangat setia mendampingi indri…kapanpun, dimanapun…
ada Wafi….yang belum lama mengisi hari-hariku…menghabiskan 8 jam waktunya bersamaku…she’s nice, i like her
dan…ada mimi…yang membuat hatiku tergelitik…dia sangat baik, n i wish… he will be………
Aku cuma seorang dea…
perempuan rapuh yang mencoba untuk tegar
meski saat sepi…hati terasa tertusuk duri,
dalam sujud malam…
selalu berurai air mata…
cengeng….
mungkin…karena aku terlalu sering menangis,
menangisi hatiku yang belum bisa ikhlas,
untuk melepas dia yang sangat ku sayangi,
seseorang yang 5 tahun ini mengisi hari-hariku,
dean menggantikan sosoknya…
dengan pria-pria lain,
yang sudah menunggu jawabanku…
tapi aku mencoba bertahan dengan satu rasa…
meski ini sangat menyiksa…
aku ingin segera meg-ikhlaskannya…
selamanya….
Aku takkan menangisi cinta yang t’lah berlalu
pun takkan kuratapi kesepian hati yang tak bertepi
Sendiri bukanlah sebuah akhir,
sebagaimana mencintamu hanyalah awal
Takkan juga kumenyalahkan rasa jika esok masih ada
Takkan pula kubertanya pada sang Kuasa
tentang makna dibalik perjumpaan dan perpisahan
Tujuan hidupku bukan hanya untuk cinta
Tak pernah lelah menulis puisi
Tak pernah lelah mengimaji hati
Tak pernah lelah mencari inspirasi
Tak pernah lelah berfantasi
Tak pernah letih mengucap kata cinta
Tak pernah letih mengungkapkan rasa
Tak pernah letih berlagak seorang pujangga
Tak pernah letih menghibur sesama
Cinta sejati takkan pernah sanggup tuk diungkapkan
Meski lewat lagu… atau lewat puisi
Cinta sejati tak mudah untuk dilukiskan
Melalui sebentuk langit biru… atau segarnya udara pagi
Cinta sejati takkan pernah bisa beranjak pergi
Meski masanya sirna… dan ceritanya tak lagi putih
Cinta sejati tak mudah untuk digoyah
Walau godaan menderu… dan kenikmatan dunia mengimaji
Hingga esok tak lagi ada
Sejak terasa waktu pertama
Hingga dunia menjadi abadi
Tak berubah semua di hati
Ujung gerimis yang kecil-kecil itu…
Tak mungkin pernah menyurutkan langkahku..
Menuju istana hatimu,
Dan di puncak menara…
Kan ku kabarkan pada dunia,
Kita ini dua wajah di sekeping mata uang…
Tak terpisahkan..
Welcome to Friendster Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!